Kuliah Umum “Edukasi Kebanksentralan dan “Ciri-ciri keaslian uang Rupiah oleh Bank Indonesia

 Selain, melakukan peresmian Pojok “BI Corner” di STIE Petra Bitung, pihak Bank Indonesia juga melaksanakan kegiatan Kuliah Umum yang dilaksanakan di Aula STIE Petra Bitung pada tanggal 22 Februari 2019 setelah kegiatan peresmian tersebut.

IMG-20190222-WA0002

Kuliah umum yang memberi tajuk “Edukasi Kebansentralan” dan “Ciri-ciri keaslian uang Rupiah” tersebut menghadirkan Narasumber Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, Soekowardojo dan Noula Sondakh selaku Manajer dan staf Fungsi Komunikasi Koordinasi dan Kebijakan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara.

IMG-20190221-WA0012

Soekowardojo pada pemaparannya tentang Edukasi Kebanksentralan, menjelaskan tentang Tugas utama Bank Indonesia tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran) dengan tujuan tunggal adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai mata uang Rupiah.

bi

Dalam pemaparannya juga, beliau menyampaikan tentang pentingnya menjaga tingkal inflasi rendah dan stabil untuk meningkatkan kepastian bagi dunia usaha, menjaga daya beli masyarakat serta menjaga daya saing antar negara-negara ASEAN. “untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera” tuturnya.

Dalam materi tentang Ciri-ciri keaslian uang Rupiah, Manajer dan staf Fungsi Komunikasi Koordinasi dan Kebijakan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Noula Sondakh menerangkan cara paling mudah mengenali uang asli dan uang palsu adalah dengan 3D yaitu, dilihat, diraba, diterawang.

uang

Ciri-ciria keaslian uang Rupiah

Dilihat” seperti Warna uang terlihat terang dan jelas, terdapat benang pengaman seperti dianyam pada uang Rupiah, Khusus untuk pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu. “Diraba“, hasil cetak terasa kasar apabila diraba, terdapat kode Tuna netra (Blind Code) di sisi kanan dan kiri uang yang akan terasa kasar bila diraba (Tactile). Dan “Diterawang“, terdapat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan ornamen pada pecahan tertentu.

Lebih lanjut, Kesadaran masyarakat untuk mencintai Rupiah perlu digalakkan, salah satunya dengan menerapkan 5 jangan” “yaitu uang kertas adalah jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi,” ujarnya.

IMG-20190221-WA0013

Acara Kuliah umum ini merupakan rangkaian bersama peresmian Pojok “BI Corner yang dihadiri kurang lebih 350 mahasiswa, pimpinan dan dosen dan staf dosen STIE Petra Bitung, pihak Yayasan Kie Raha serta perwakilan dan Bank Indonesia Provinsi Sulawei Utara.

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2016 STIE PETRA BITUNG