Aksi Solidaritas Untuk Surabaya , Yani : Kami Menolak Aksi Terorisme Dan Paham Radikal

BITUNG,SP – Organisasi GMKI Cabang Bitung mengadakan kegiatan aksi solidaritas sebagai bentuk mengecam dan melawan segala bentuk aksi terorisme di indonesia yang bertempat di lapangan fasilitas olahraga Stie Petra Bitung. Minggu. (13/5/2018).

Aksi solidaritas tersebut di rangkaikan dengan acara Pemasangan lilin dan doa bersama yang di ikuti oleh anggota GMKI Cabang Bitung yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa Stie Petra Bitung.

20180513_211206
IMG-20180513-WA0022

Dan ini beberapa Pernyataan Sikap Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia terkait Serangan Bom Bunuh Diri di Beberapa Gereja di Surabaya, GMKI menyerukan:

1. GMKI menyatakan belasungkawa yang mendalam terhadap keluarga para korban yang meninggal karena bom gereja di Surabaya. Kiranya Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

2. GMKI meminta Presiden melakukan evaluasi terhadap kinerja Kemenkopolhukam, BIN, Polri, TNI, BNPT, dan institusi lainnya terkait penanganan tindak terorisme.

3. GMKI mengajak lembaga gereja dan lembaga keagamaan lainnya, organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, dan segenap lapisan masyarakat untuk selalu siaga, tidak takut, serta membangun jejaring keamanan dan koordinasi antar lembaga agar dapat bersama-sama mencegah aksi terorisme lanjutan yang mungkin akan terjadi di sekitar kita.

 

Yani Entile yang menjabat sebagai Kabid PKK (Pendidikan Kader dan Kerohanian) juga turut ikut serta dalam Aksi tersebut mangatakan.

” Saya berharapan semoga hukum di Indonesia lebih di tegahkan lagi dan Aparat kepolisian boleh lebih memperketat penjagaan di kawasan-kawasan rawan teror , dan memberikan hukuman yang berat untuk semua yang terkait dalam aksi terorisme ”

Saat ini adalah masa yang sangat penting bagi kelanjutan peradaban Indonesia; apakah Indonesia akan terpecah-belah karena paham radikalisme, ujaran kebencian, dan politisasi SARA.

Atau Rakyat Indonesia dapat tetap bersatu dengan berlandaskan pada Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Maka tindakan dan teriakan lantang harus selalu dinyatakan.

Rakyat Indonesia tidak takut dengan terorisme! Rakyat Indonesia akan melawan radikalisme, terorisme, politisasi isu SARA, dan ujaran kebencian,(KiE)

Post comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2016 STIE PETRA BITUNG